Jumat, 15 Maret 2013

Perbedaan Energi konvensional dan nonkonvensional


Indonesia merupakan negara yang diapit oleh tiga lempeng utama bumi, lempeng tersebut adalah lempeng Eurasia di bagian utara, lempeng pacific di bagian timur dan lempeng hindia ( indo – Australia ) di bagian barat dan selatan. Kondisi Indonesia yang diapit oleh tiga lempeng utama bumi itu menyebabkan Indonesia memiliki formasi geologis yang kompleks dan disertai fenomena bencana kebumian yang cukup intensif. Hal itu dibuktikan dengan sangat tingginya intensitas gempa bumi dan proses vulkanisme yang terjadi di Indonesia. Selain aspek geologis, Indonesia juga memiliki kondisi geografis yang strategis karena berada di antara 2 benua besar yaitu benua asia dan benua Australia. Keadaan Indonesia yang sebagian besar merupakan kepulauan juga menyebabkan Indonesia memiliki gejala perairan dan cuaca yang sangat bervariasi. Hasilnya curah hujan, sirkulasi angin dan gejala pasang air laut di Indonesia sangat mempengaruhi kondisi dan kehidupan di wilayah Indonesia.
Mungkin kita lebih sering mendengar mengenai bencana alam yang sering terjadi di Indonesia  dibandingkan dengan potensi energi yang tersimpan di bumi Indonesia. Bencana itu seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan badai. Dibalik bencana yang sering melanda Indonesia, ternyata banyak potensi seperti air, angina dan udara yang mempu menjadi alternatif krisis sumber daya energi di Indonesia. Tidak heran hal itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terkaya dalam hal potensi sumber daya alam.  Persebaran potensi energi itu tersebar baik didalam bumi maupun didalam lautan. Sumber daya alam yang ada didalam bumi seperti batubara, minyak dan banyak lagi tambang lainnya. Selain energi-energi yang sudah sering dikembangkan, ada pula potensi energi yang memiliki potensi besar seperti air, angina, dan udara. Berdasarkan keterdapatann dan tingkat pembaharuaannya, energi saat ini dapat dibedakan menjadi energi konvensial dan energi non-konvensional.
Setelah dibahas diatas perbedaan antara energi konvensional dan energi nonkonvensional pertama energi konvensional tidak dapat diperbaruhi dalam waktu singkat sedangkan energi nonkonvensional dapat di perbaruhi dalam waktu singkat, kedua energi nonkonvensional dilakukan perubahan agar dapat digunakan lebih praktis ketimbang energi konvensional , ketiga energi konvensional merupakan energi yang berbhaya bagi lingkungan dalam artian polusi yang dihasilkan oleh energi

1.     Energi Konvensional
Sumber energi konvensional merupakan sumber energi yang belum ditersentuh oleh teknologi yang ada atau belum diubah menjadi energi yang praktis, energi ini merupakan energi dalam bumi yang jumlahnya terbatas dan tidak dapat di perbaruhi lagi. Sumber energi ini cepat atau lambat akan habis dan berbahaya bagi lingkungan. Disebutkan bahwa energi ini tidak dapat diperbaruhi maksudnya adalah energi ini tidak dapat di regenerasi dalam waktu yang singkat. Lalu berbahaya bagi lingkungan karena menimbulkan polusi udara,air dan tanah yang berdampak pada kelangsungan makluk hidup. Indonesia sendiri memiliki sumber energi konvensional berupa, dalam bentuk cairan (minyak), gas (gas alam) dan padat (batubara dan uranium). Saat ini ketersedian sumber energi konvesional berupa minyak sudah terbatas, gas alam yang cukup dan batubara yang masih sangat melimpah.

2.     Energi Non-Konvensional
Sumber energi non konvensional jelas sekali berbeda dengan energi konvensional, energi nonkonvensional sendiri merupakan energi yang dapat diperbarui dalam waktu singkat atau secara umum dikenal sebagai sumber energi yang dapat dengan cepat diperbaruhi secara alami. Selain waktu regenerasinya juga pada energi konvensional tidak tersentuh oleh teknologi sedangkan pada energi non konvensional melalui teknologi contohnya pembuatan aki, baterai, solar cell dan sejenisnya. Memang pada dasarnya energi non-konvensional merupakan energi yang berasal dari alam, hanya saja energi ini diolah kembali sehingga menjadi energi yang lebih praktis dan siap digunakan. Beberapa alternatif pengembangan sumber energi non-konvensional yang tujuannya digunakan untuk mengganti sumber energi konvensional.

1.    Energi matahari
Cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan cara menangkap cahaya matahari dengan beribu-ribu fotosel
2.    Energi Panas Bumi
Panas bumi yang pada daerah pegunungan merupakan panas yang bersumber dari magma. Bila didekat magma akan terdapat cadangan air, maka air itu  akan panas dan menjadi sumber air panas
3.    Energi Angin
Energi ini dapat menjadi energi listrik dengan menggunakan kincir angin yang dihubungkan ke generator listrik

Konvensional berdampak buruk bagi udara, air dan tanah sedangkan energi non-konvensional dibuat agar ramah terhadap lingkungan.  

Kamis, 07 Maret 2013

continental drift dan plate tectonic theory

teori yang di kemukakan oleh alfred wagener ini mengatakan bahwa, semua benua yang ada saat ini pada dasarnya semua tergabung menjadi satu kesatuan benua besar yang disebut "PANGEA". pangea yang sebagian besar terbentuk dari batuan granit yang terapung pada batuan basalt. yang mengelilinginya seperti es yang terapung (granit lebih ringan dari basalt) lalu pangea tersebut terpecah - pecah dan kepingannya menghanyut kemana-mana menjadi benua yang saat ini. lalu bagaimana dengan teori tektonik lempeng, Harry Hess menyatakan bahwa bumi pada mulanya bumi terbentuk dari zarah renik dan gas yang mengerut kemudian mengalami proses pemanasan radioaktif serta pelelehan sebagiannya. menurut teori lempeng tektonik,
Adanya bumi belum terjadi pelapisan atau perbedaan uunsur
mulai diferensiasi, besi tenggelam keperut bumi
lalu bumi terbagi menjadi inti dalam, inti luar, mantel , bagian bawah dan zona transisi

Sabtu, 02 Maret 2013

Peralatan Geologi di Lapangan



Geologi merupakan studi yang tidak hanya belajar di dalam ruangan tapi geologi adalah ilmu yang mempelajari alam secara nyata. Di alam yang tidak sama seperti di perkotaan yang semua ada, maka seorang geologist memerlukan alat alat untuk bertahan hidup di alam bebas. Berikut beberapa alat alat yang mesti dipersiapkan oleh seorang geologist di alam.

1  Palu Geologi
             Alat ini merupakan salah satu alat vital yang mesti di bawah geologist. Yang digunakan untuk mengambil sampel batu, palu geologi di bedakan menjadi 2 jenis, yang pertama palu sedimen yang ciri-cirinya adalah ujung palunya ramping dan yang kedua palu beju yang ujung palunya berbentuk runcing. Perbedaan lainnya yaitu pada pegangan palu, pada palu beku lebih panjang pegangannya di banding palu sedimen karena untuk mengambil sampel batuan beku memerlukan tenaga yang lebih kuat dan pukulan yang lebih keras. Tapi bukan berarti karna ada perbedaan seperti ini kita hanya membawah satu palu saja, sebaiknya kita membawah kedua palu ini karna kita tidak tahu jenis batuan apa yang akan kita temukan di lapangan.

2     Kompas Geologi
                Alat yang satu ini juga sangat berarti untuk seorang geologist yang sedang berada di lapangan, alat ini bisa di gunakan untuk penunjuk arah utara dan arah sungai juga dapat digunakan untuk mengukur strike/drip dari kemiringan lapisan batuan.
Ada tata cara menggunakan Kompas Geologi.
Yang pertama : ujung kompas, selalu menunjuk ke arah utara magnetik bumi yang berwarna kuning.
Yang kedua : lingkaran pembagian derajat, dibagi menjadi dua yaitu kompas azimuth dan kwardan
      Kompas azimuth memiliki pembagian derajat mulai dari 0derajat utara sampai 360derajat (kembali    

3   Lup
          Merupakan benda kecil yang sering di gunakan untuk melihat komposisi mineral batuan, karena kadang kita menemukan batuan dengan ukuran minerak yang kecil jadi harus butuh alat bantu untuk melihatnya.

4    Global Posisition System (GPS)
GPS juga sangat penting pada saat di lapangan untuk mementukan/ mengetahui posisi kordinat kita ada dimana dan juga GPS bias digunakan untuk tracking yaitu agar kita tahu jalan yang sudah kita lewati dan ini dapat meminimalisir kemungkinan kita tersesat dan yang perlu di perhatikan yaitu batrei cadangan GPS yang mesti kita bawah.

  Buku Lapangan dan Alat tulis
Perlengkapan geologi lainnya yang juga penting adalah buku lapangan yang di gunakan untuk mencatat semua yang kita temuai seperti, mendeskripsikan batuan, letak singkapan, hasil pengukuran struktur, cuca dan lain lian yang perlu kita catat sesuai denga fungsi buku itu sendiri, buku lapangan juga dapat membantu kita dalam mengukur strike/dip dan juga dapat digunakan untuk menggambar sketsa singkapan yang kita temukan.
Alat tulis adalah alat yang mesti dubawah saat kelapangan karna untuk apa ada buku kalau tidak ada alat tulisnya.


6             Peta
Peta masih memiliki hubungan dengan GPS karna dengan peta kita dapat mengetahui posisi kita di mana saat kita telah di ploting oleh GPS dan juga agar kita tahu dimana batas kaplingan pemetaan kita.



 8          SEPATU LAPANGAN
Pada saat ke lapangan harus benar benar sepatu lapangan yang digunakan karna bagian tubuh kita yang berkontak langsung dengan tanh adalah kaki, dan jangan sampai kita menggunakan sepatu kuliah karna tidak akan dapat bertahan.

9             Kamera
Alat ini selain digunakan untuk mempublikasikan semua singkapan dilapangan dan lokasi lokasi pengamat di lapangan juga digunakan untuk mengabadiakan hal hal yang unik yang ada dilapangan karena dilapangan merupakan suatu keaddan yang alami dan itu sangat indah.

10 Tas Ransel
Ini adalah alat yang paling vital diantara alat vital kenapa karna tanpa ada tas ini semua benda yang kita bawah mau kita letakkan kemana ? dan juga harus menggunakan tas yang memang didesain untuk dilapangan jang smapai menggunakan tas kuliah. Karna yang pasti tidak akan cukup dan tidak akan kuat untuk menehaan beban yang dibawah.

 11  Pembahasan terhadap peralatan geologi di lapangan
jadi kesimpulan yang dapat kita ambil adalah bahwa pada saat akan ke lapangan dalam urusan apapun seperti tugas akhir, pemetaaan ataupun hanya ingin menikmati kealamian alam jangan sampai melupakan alat-alat yang sudah di katakan seperti yang diatas.
Jangan sampai salah ataupun ketinggalan misalkan salah memakai sepatu lapangan bisa bisa hanya bertahan selam dua hari dilapangan.
Ketinggalan GPS ataupun Kompas geologi, itu hal konyol yang membuat pekerjaan kita tertunda.

Jumat, 01 Maret 2013

Anugrah atau Musibah

Pernaka kalian sekali berpikir tentang potensi alam yang negara kita miliki, sadarka anda dengan kekayaan alam yang sangat banyak kita miliki ini, di negara kita tidak ada yang tidak berpotensi dari sabang sampai merauke merupakan hamparan sumber daya alam yang sangat mahal dan dibutuhkan oleh bangsa lain, disetiap provinsi, provinsi ke kota, kota ke desa hingga desa ke pinggiran, bukan hanya pada daratan sumber daya alam yang kita miliki pada lautan dimana banyak suatu hal yang sangat berharga dan bernilai. negara kita merupakn negara yang subur. lempar biji tumbuh pohon, jelas bahwa dari geologi negara kita sangat berpengaruh pada dunia. kita memiliki tambang geothermal terbesar didunia kedua, bukan hanya itu minyak, emas, batubara dan banyak lagi sehingga tidak dapat disebut tambang yang kita miliki. TAPI mengapa kita masih berada pada negara berkembang, apa yang salah, banyak orang pinggiran yang belum merasakan pendidikan, jelas pinggiran berarti perbatasan kenapa banyak orang perbatasan belum diperhatikan, satu hal yang harus kita pecahkan denga kekayaan alam yang kita miliki tetapi kita tidak dapat memberi anak bangsa pendidikan yang seharusnya dia dapat. tidak sampai disini, negara kita merupakan negara yang diapit oleh tiga lempeng sekaligus, bayangkan tiga lempeng sekaligus mengapit negara kita yang subur akan hasil bumi. karena lempeng ini la kita banyak sekali mengalami bencana alam, tsunami aceh, lumpur sidoarjo, dan jangan lupakan letusan krakatau yang memisakan antara pulau jawa dan sumatra. begitu banyak bencana yang kita alami tapi begitu sedikit hasil alam yang kita alami(nikmati).
untuk orang yang berpikir apa yang akan kita lakukan ?
Anugrahkah ?????
Musibahkah ?????
jika anda membaca ini apa yang ingin anda katakan ?

Rabu, 27 Februari 2013

PMB Universitas Diponegoro 2013

informasi lebih lanjut bisa dilihat di link ini ?
http://um.undip.ac.id/

Sangiran Sebagai Situs Arkeologi Terlengkap Se-Asia

Sangiran Sebagai Situs Arkeologi Terlengkap Se-Asia


Sangiran merupakan situs arkeologi manusia purba terlengkap di Asia. berada di sebuah daerah pedalaman dikaki Gunung Lawu, kabupaten Sragen, Jawa Tengah, atau di lembah Sungai Bengawan Solo. Sangiran memberi informasi lengkap sejarah kehidupan manusia purba meliputi habitat, pola kehidupannya, binatang yang hidup bersamanya, hingga proses terjadinya bentang alam. Sementara itu, Museum Sangiran masih berlokasi di sekitaran situs arkeologi  ini. Di sini Anda dapat melihat sekitar 13.809 koleksi fosil manusia purba dan merupakan terlengkap di Asia. Ada juga fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut, alat-alat batu, dan beberapa jenis hewan seperti badak, sapi, rusa, banteng, dan kerbau. Tersedia juga ruang audio visual untuk menyaksikan fosil tinggalan kehidupan masa prasejarah di Sangiran. Museum Sangiran saat ini menjadi sebuah museum megah dengan arsitektur modern. Di isni Anda dapat melihat dari dekat koleksi fosil manusia purba, binatang yang hidup pada masa itu, hingga peralatan yang digunakannya. Tempat ini memiliki nilai tinggi bagi ilmu pengetahuan dan merupakan aset Indonesia.
Sejak tahun 1977 situs Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Tahun 1996 Sangiran terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai World Heritage (No. 593, dokumen WHC96/Conf.201/21). Sejak ditetapkannya sebagai World Heritage oleh UNESCO, Sangiran memberi sumbangannya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di dunia khususnya ilmu arkeologi, geologi, paleoanthropologi, dan biologi. Dilihat dari hasil temuannya, Situs Sangiran merupakan situs purbakala yang paling lengkap di Asia bahkan di dunia.
Kawasan Sangiran menyimpan misteri yang sangat menarik untuk diungkap. Manusia purba jenis Homo erectus yang ditemukan di wilayah Sangiran ada sekitar lebih dari 100 individu yang mengalami masa evolusi tidak kurang dari 1 juta tahun. Manusia jenis ini mempunyai ciri-ciri tinggi badan kurang lebih 165-180 cm dengan postur yang tegap, tetapi tidak setegap Meganthropus.
Selain fosil manusia purba, di Sangiran ada juga fosil hewan bertulang belakang  hingga cangkang molusca. Fosil vertebrata ditemukan di semua lapisan (Kalibeng, Kabuh, dan Notopuro). Ditemukan juga fosil  gajah purba, badak, banteng, sapi, kerbau, dan rusa. Diperkirakan hewan-hewan tersebut hidup sezaman dengan Homo erectus dan menjadi binatang buruan mereka. 
Keseluruhan fosil yang telah ditemukan sampai saat ini sebanyak 13.809 buah. Sebanyak 2.934 fosil disimpan di Ruang Pameran Museum Sangiran dan 10.875 fosil lainnya disimpan di gudang penyimpanan. Beberapa fosil manusia purba disimpan di Museum Geologi Bandung dan Laboratorium Paleoanthropologi Yogyakarta.

Daur Batuan

Batuan sendiri secara umum dibedakan menjadi 3 jenis batuan.
1. Batuan Beku,
yakni batuan yang langsung berasal dari pembekuan magma. pada dasarnya batuan beku di bagi menjadi batuan beku felsic, intermedite dan mafic. hal ini berdasarkan dari tempat pembekuan magma itu sendiri. untuk membedakan antara felsic dan mafic sangat la jelas pada batuan felsic terlihat lebih terang dan kecil karna pada saat pembekuan batuan ini tidak memiliki waktu yang lama sehinhha terbentuk tidak terlalu besar dan pada warna yang cerah karna batuan ini terbentuk diluar atau pada zona vulkanik. sedangkan pada batuan mafic terlihat gelap karena terbentuk dizona plutonik sehingga memiliki waktu yang sangat banyak untuk membentuk sebuah batuan oleh karena itu batuan mafic itu terlihat lebih besar di banding dengan batuan felsic.
2. Batuan Sedimen.
sekuat-kuatnya batuan beku pada akhirnya akan mengalami pelapukan juga. batuan sedimen berasalkan dari batuan beku juga yang telah lapuk dan tertransport lalu mengendap dan mengalami pembekuan atau kristalisasi. pada batuan sedimen bukan hanya batuan beku saja. tapi juga dapat berupa cangkang hewan yang telah wafat. batuan sedimen merupakan batuan yang paling banyak berada di muka bumi kita. sekitar 75% muka bumi kita terdiri dari batuan sedimen.
3. Batuan Metamorf .
batuan ini berasal dari batuan beku dan juga batuan sedimen yang tertimbun kedalam tanah dan lama lama mengalami tekanan dan suhu yang sangat panas sehingga batuan itu mengalami melting dan kembali lagi menjadi magma.

ini la sebuah daur ulang dari batuan yang berasal dari magma dan kembali ke magma.
seperti kita yang berasal dari Allah SWT dan akan Kembali ke Allah SWT.


Geologi Jaya